|
|
Desrizal
adalah alumni Teknik Pertambangan Unsri, angk. 2000. Selain hobi komputer
juga sebagai engineer tambang bawah tanah di PTFI
More about me... |
|
GuestBook |
| Isi bukutamu di sini
By : Desrizal11:19 10 Mar 2010 Salam kenal juga By : atkinson13:29 09 Mar 2010 salam kenal mas.. heheh.. web nya keren.. By : Desrizal 13:05 05 Mar 2010 kabar baik mas Dicky..masih dalam proses penggondokan ini hehe By : Mas Dicky 10:02 05 Mar 2010 Jal p kbr. gmn program anak kita sdh berhasil ga..he.he By : yon mardianto 15:04 01 Mar 2010 bagus banget nih blognya .semoga makin banyak memberikan info2 lagi ya mas.... By : Desrizal 08:20 04 Feb 2010 Untuk SHL search aja dengan keyword SHL di web ini..di situ ada contoh soal By : insun KW16:24 29 Jan 2010 asss. wahh baguss banget nihh blog nyaa bang des... bang mau minta tolong kalu ada bahan mengenai underground mining terutama design untuk stope pillar, untuk pertambangan skala kecil bisa di up load di blognya.. thks sukses selalu.mine 01. By : Victor tampung 15:37 25 Jan 2010 Mas mas semua...klo berbicara ato keluarin pendapat...jangan asal bicara klo tidak tau duduk permasalahan garuda di timika....oke? By : Victor tampung19:55 18 Jan 2010 Mas...sudah lama d freeport ya? Tanggal 25 jan 2010 nanti sy mau SHL..bisa bantu gak? thanks.... By : Fania01:19 09 Jan 2010 Mas, ceritain dunk kerja di PTFI ky apa, saya mhsiswi jur tambang jg neh di UNSRI, kl ada lowongan share ya ...
|
|
Kategori :
Life |
Komputer |
Pertambangan |
Safety |
Jepang |
Semua
Teknik Regu Penyelamat
05:02 02 Mar 2010 @safetyTambang bawah tanah merupakan area kerja yang berbahaya, ada banyak
resiko resiko kerja yang mungkin terjadi, seperti tertimpa jatuhan batu, gas
beracun, kebakaran. Untuk itu diperlukan adanya tim khusus penyelematan.
Ada 2 tugas yang harus dilaksanakan oleh regu penyelamat sebagai berikut:
- Pada saat terjadi bencana atau kecelakaan yang membutuhkan regu
penyelamat
- Menjelajah lapangan dengan segera untuk mendapatkan kejelasan kondisi
yang sebenarnya
- Menolong dan menyelamatkan nyawa manusia
- Melakukan pencegahan meluasnya bencana dan melakukan pemulihan keadaan
- Menerapkan pengalaman regu penyelamat dalam melaksanakan pemeliharaan
keselamatan secara aktif untuk mencegah terjadi bencana dan kecelakaan yang
memerlukan regu penyelamat dan berusaha meningkatkannya
Silahkan
download di sini mengenai teknik regu penyelamat
Komentar (0)
International Mining's February 2010
08:18 04 Feb 2010 @tambang
International Mining's February 2010 issue is now available to download from www.im-mining.com.
February includes
- Operation Focus - Big Gossan: John Chadwick looks at Freeport Indonesia's next underground mine.
This is not a caving operation but will use open stoping with backfill. Redpath has done a lot of
work in bringing in Big Gossan and extensive development work for future new underground mines below
the Grasberg open pit
- Exploration: Beginning with Ivanhoe calling on Zeus, John Chadwick examines the latest
technologies, advances in drilling depth through improved technology and consumables, on-site analysis
and more.
- Sampling: Philippe Davin, Division Sales Manager, ITECA SOCADEI, looks at how to collect a
representative sample and best practice in this field.
- China Mining - World miners' friend: John Chadwick reports back from China Mining in Tianjin,
which he attended last October. China is leading the global mining industry in more ways than one.
February 15, 2010 to February 3, 2011 is the year of the 'metal tiger'.
- Diesel Fuel: Diesel fuel contamination can cause severe problems to machinery. With the focus of
complying with new mining emission regulations it is possible to lose sight of this. Daniel Gleeson
looks into the worlds of diesel and biodiesel and suggests how to ensure the best fuel for your mining
equipment.
- Innovation News - Mining data and gold: Technology moves fast and its ability to help in mine
management increases all the time. Newmont's Gold Quarry is very pleased with the vast amount of data
Minestar provides for open-pit machine management.
Komentar (0)
Blind shaft boring
18:55 17 Jan 2010 @tambang
Wew..udah lama juga nggak ngeblog..habis pas baru pulang cuti nikah kemaren hard disk laptopku rusak..
hilang deh semua data-data dan file-file program web blog ku..
Pada tulisan lalu saya ada tulis mengenai raiseboring, ada beberapa metode
dalam raiseboring, salah satunya Blind shaft boring.
Blind shaft boring digunakan di mana ada akses di level atas dari raise yang akan dibuat, tetapi tidak ada akses atau terbatas di level bagian bawahnya.
Dengan metode ini raise dibuat dari level atas menuju level bawah menggunakan down reaming system yang terkoneksi menggunakan drill string ke mesin yang
berada di atas.
Stabilizers di letakkan di bagian atas dan bawah weight stack untuk meyakinkan lubang bor yang vertikal. Sistem sirkulasi atau vacuum system biasanya
digunakan untuk membuang cutting dari shaft.
Komentar (0)
(Magazine) International Minings Sep 2009
12:22 14 Sep 2009 @tambang International Mining's Sep 2009 issue is now available to download from www.im-mining.com
May includes:
- Iron ore: John Chadwick looks at growing use of magnetite and some of the iron ore technologies
currently raising interest.
- Better rock breaking: Downstream from blasting at the face the following costs depend on getting that
fragmentation right. The latest software, better drilling, improved explosives and more intelligent initiation are
all aimed at getting a better break.
- Operation Focus - Las Cruces: Daniel Gleeson takes a close look at Spain's new copper mine, including
its water management and its exciting advances in copper processing.
- Equipment Simulators: Simulators save taking equipment out of production, improve efficiency and safety
whilst at the same time reducing training cost and time. John Chadwick looks at growing interest in technical
developments in this arena.
- Deeper underground: John Chadwick reports on some current deep shaft sinking and innovations being used
at these projects, and considers growing interest in monorails. For the future, battery and fuelcell use will
increase, tying in with Daniel Gleeson's Leader on lithium.
- Giving it an airing: Andrew Derrington, AMC Consultants Principle Mining Engineer offers advice on
getting the best out of ventilation systems to avoid blowing money away.
- Drives and controls: Powering and stopping conveyors (and their annual feature is in October), gearless
mill drives go from strength and Switched Reluctance technology.
- The road to Grasberg: John Chadwick continues his major series of articles on Freeport Indonesia by
looking at the lowlands operations, including shipping concentrate, providing power and managing tailings.
- Operation Focus - Kaftar Hona: Alastair Ralston-Saul and Dr. Jan Ketelaar, CEO and Chief Mining
Engineer, Saddleback Corp, report on a rugged anthracite development in Tajikistan.
Komentar (0)
Mohon Doa Restu...
19:53 03 Jul 2009 @life
|

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dear,
Teriring niat yang tulus untuk mengikuti Sunnah Rasul serta memohon Ridho
dan Rahmat Allah SWT, kami bermaksud menyelengarakan Tasyakur Walimatul
Ursyu yang Insya Allah akan dilaksanakan pada Hari Minggu tanggal 12 Juli
2009 di Tanjung Pandan, Belitung
Dengan segala kerendahan hati, kami memohon kehadiran dan do’a restu
Bapak/Ibu dan teman-teman sekalian.
Menikah :
Nurmi Yulita Rahmi, S.KM
Putri Pertama dari Bapak Mirzam H.Mulkan Idin dan Ibu Nurmala
Ramli
dengan
Desrizal, ST
Putra Keenam dari Bapak Zamansyur (Alm) dan Ibu Sabariah
Akad Nikah Insya Allah akan dilaksanakan pada:
Selasa, 11 Juli 2009, Pukul 08.00 sd Selesai
Bertempat di Masjid Al-Ihram
Pantai Tanjung Pendam
Tanjung Pandan - Belitung
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
- Desrizal & Nurmi - |
Please Visit nurmi.desrizal.com
Komentar (5)
Instalasi Sistem Double-Drum Hoist Produksi Shaft Big
18:45 03 Jul 2009 @tambang Divisi Tambang Bawah Tanah (Underground) PT Freeport Indonesia
(PTFI) baru-baru ini menyelesaikan Shaft produksi Big Gossan, juga dry
commissioning sistem double-drum hoist atau pengendalian skip (bak baja
penampung bijih) untuk pemindahan bijih dari dasar shaft (level crusher) ke
level conveyor (sistem ban berjalan). Kapasitas sistem hoist tersebut
diperkirakan mencapai 7.000 ton per hari dengan menggunakan 2 skip
berkapasitas 14 ton per skip. Selain tali utama setiap skip menggunakan
empat guide ropes (tali pemandu) untuk memastikan keselamatan dan
stabilitas.
|

Sheave wheel di collar
(bagian atas) shaft Big Gossan. |
"Sistem double-drum hoist digunakan untuk memindahkan bijih melalui
shaft dengan kedalaman 642 meter ini. Diameter tali utama pada setiap skip
adalah 44,5mm dan dapat memikul beban 30.940kg. Diamater tali pemandu adalah
31,8mm dan dapat tahan beban minimum 5.780kg," demikian penjelasan oleh
Superintendent - Big Gossan Contract Engineering PTFI Eric Smith.

Salah satu skip yang akan
digunakan
untuk memindahkan bijih melalui shaft
Big Gossan. |
Tambang Big Gossan adalah tambang bawah tanah yang unik di lingkungan
tambang PTFI karena metode penambangan yang digunakan adalah stope terbuka
dengan pengisian kembali menggunakan bahan berperekat atau semen. Stope
adalah suatu hasil ekskavasi bawah tanah yang dibuat dengan memindahkan
bijih dari batuan sekelilingnya. Segera setelah stope ditambang, akan diisi
kembali untuk menghilangkan rongga akibat pengambilan bijih. Hal ini untuk
meyakinkan bahwa operasi pekerjaan aman dan stabil dan juga memungkinkan
ekstraksi keseluruhan badan bijih. Tenaga pelaksana lapangan dikerjakan oleh
kontraktor PT Redpath Indonesia.

Shaft Big Gossan saat
konstruksi, |
Cadangan Tambang Big Gossan diperkirakan mencapai 55 juta ton. Umur tambang
Big Gossan adalah sekitar 20 tahun, dan diperkirakan akan mencapai produksi
tertinggi 7.000 ton per hari pada akhir tahun 2012 dengan tenaga kerja
sekitar 600 orang pada tahap produksi penuh. Tambang Big Gossan diharapkan
menghasilkan logam tambahan sebesar kurang lebih 125 juta pon tembaga dan
65.000 ons emas setiap tahun.
Sumber :
Corporate_Communications@fmi.com
Komentar (0)
(Buku) The Lost Symbol
19:31 28 May 2009 @life
Sepertinya ini adalah buku yang aku tunggu-tunggu, sebagai penggemarnya Dan
Brown. The Lost Symbol, ini adalah judul buku terbaru dari pengarang
yang fenomenal, Dan Brown, yang merupakan pengarang The Da Vinci Code
yang filmnya juga fenomenal, juga pengarang dari novel Angels and Demons
yang filmnya juga baru saja di putar di bioskop bulan Mei ini.Buku ini
akan di terbitkan di US dan Canada oleh Doubleday pada tanggal 15 September
2009, masih lama memang, tapi sudah banyak orang yang memesan buku ini di
amazon.com dengan harga $15.63.
Di dalam buku ini kembali menambilkan tokoh yang sama dengan novel The
Da Vinci Code dan Angels and Demons, yaitu Robert Langdon.
Seperti 4 buku sebelumnya, ceritanya berbentuk thriller yang cerdas dan
penuh kejutan.
"This novel has been a strange and wonderful journey," said Brown.
"Weaving five years of research into the story's twelve-hour timeframe was
an exhilarating challenge. Robert Langdon’s life clearly moves a lot faster
than mine."
Komentar (0)
Lihat Tulisan Sebelumnya
|
| Mining News
On The Web |
Nilai tambah tambang mineral harus didorong
10:32 03 Mar 2010 |
| Pemerintah akan menggiatkan peningkatan nilai tambah produk pertambangan mineral dan batu bara guna mendorong pemanfaatan yang optimal dari sektor tersebut, baik dari segi sumber daya alam maupun penerimaan negara.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh mengungkapkan sumber daya mineral dan batu bara merupakan modal pembangunan, kendati termasuk golongan cadangan alam yang tidak bisa diperbarui.
"Peningkatan nilai tambah produk pertambangan merupakan kunci utama mendorong pemanfaatan optimal. Kita akan tingkatkan itu," ujarnya dalam seminar bertema Peranan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu bara dalam Pertumbuhan Ekonomi, kemarin.
Menurut dia, hingga kini sektor pertambangan mineral dan batu bara memberikan kontribusi cukup besar kepada negara, baik dari sisi penerimaan, investasi, ketenagakerjaan, neraca perdagangan, maupun pembangunan daerah.
Dia mencontohkan dari penerimaan negara, sektor pertambangan mineral dan batu bara pada 2009 memberikan sumbangan kepada negara tidak kurang dari Rp51 triliun, yang terdiri atas penerimaan negara bukan pajak Rp15 triliun dan sisanya Rp40 triliun merupakan penerimaan pajak.
Adapun, dari sisi investasi sepanjang 2009, sektor ini naik 9,5% menjadi US$1,8 miliar dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya USS1,6 miliar.
Menurut dia, angka investasi tersebut berasal dari perusahaan pemegang kontrak karya (KK), perusahaan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B), dan BUMN pertambangan.
(Bisnis Indonesia)
|
20 Perusahaan Pertambangan Diselidiki
09:56 24 Feb 2010 |
| Tim terpadu yang dimotori Kementerian Kehutanan mulai menyelidiki 20 perusahaan di Kalimantan yang diduga menambang batu bara dengan merambah hutan. Kegiatan ini dinilai melanggar karena merusak lingkungan dan beroperasi tanpa izin pinjam pakai kawasan hutan dari Menteri Kehutanan.
Hal itu dikemukakan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan kepada wartawan di Bandara Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (20/2). Tim terpadu terdiri atas Komisi Pemberantasan Korupsi, Kejaksaan Agung, Kepolisian Republik Indonesia, dan Kementerian Kehutanan.
Zulkifli meminta instansi kehutanan di daerah mulai mengidentifikasi dan mengumpulkan bahan untuk keperluan penyidikan tanpa menunggu pemerintah pusat.
Kepala Pusat Informasi Kementerian Kehutanan Masyhud yang dihubungi dari Pontianak mengatakan, tim terpadu mulai mengidentifikasi status tambang dari 20 perusahaan itu, termasuk yang mengeluarkan izin. Tim sudah memetakan lokasi tambang berdasarkan citra satelit.
(Kompas)
|
20 Perusahaan Pertambangan Diselidiki
09:55 24 Feb 2010 |
| Tim terpadu yang dimotori Kementerian Kehutanan mulai menyelidiki 20 perusahaan di Kalimantan yang diduga menambang batu bara dengan merambah hutan. Kegiatan ini dinilai melanggar karena merusak lingkungan dan beroperasi tanpa izin pinjam pakai kawasan hutan dari Menteri Kehutanan.
Hal itu dikemukakan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan kepada wartawan di Bandara Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (20/2). Tim terpadu terdiri atas Komisi Pemberantasan Korupsi, Kejaksaan Agung, Kepolisian Republik Indonesia, dan Kementerian Kehutanan.
Zulkifli meminta instansi kehutanan di daerah mulai mengidentifikasi dan mengumpulkan bahan untuk keperluan penyidikan tanpa menunggu pemerintah pusat.
Kepala Pusat Informasi Kementerian Kehutanan Masyhud yang dihubungi dari Pontianak mengatakan, tim terpadu mulai mengidentifikasi status tambang dari 20 perusahaan itu, termasuk yang mengeluarkan izin. Tim sudah memetakan lokasi tambang berdasarkan citra satelit.
(Kompas)
|
Pemerintah Revisi Tarif Royalti Pertambangan
13:48 17 Feb 2010 |
| Pemerintah sedang mengkaji rencana mengenakan dua tarif royalti untuk kontrak karya tambang mineral. "Prinsipnya kami ingin negara tidak rugi dan bisa untung," ujar Kepala Sub-Direktorat Penerimaan Negara Direktorat Jenderal Mineral, Batu Bara, dan Panas Bumi Paul Lubis kemarin.
Ia mengatakan, selama ini, tarif yang dikenakan pemerintah memiliki pola fixed rate. Penetapan tarif juga mengacu pada jumlah produksi. Ketika harga logam atau mineral naik, royalti yang diterima kecil. Namun, ketika harga turun, royalti menjadi besar.
Karena itu, pemerintah ingin menerapkan dua tarif royalti. Sehingga, saat harga tambang mineral naik, penentuan tarif royalti memakai harga pasar. Saat harga turun, tarif royalti mengacu pada jumlah produksi. Salah satu kontrak karya yang sedang dalam proses negosiasi untuk pengubahan royalti adalah PT Inco Internasional Tbk. "Kami masih negosiasi dengan mereka," ujar Direktur Pembinaan Mineral dan Batu Bara Bambang Gatot kemarin.
Koran Tempo
|
Newmont setor Rp3,9 triliun
08:23 04 Feb 2010 |
| PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) mengklaim telah menyetorkan pajak, non pajak, dan royalti periode 2009 sebesar Rp3,9 triliun sehingga jumlah setoran perusahaan itu ke negara sejak awal operasi hingga akhir tahun lalu telah mencapai Rp15,149 triliun.
Manajer Senior Hubungan Eksternal NNT Arif Perdanakusumah mengungkapkan setoran kepada negara itu sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Kontrak Karya Pasal 13 mengenai Kewajiban Keuangan perusahaan pemilik Tambang Batu Hijau itu.
"Sebagai kontraktor Pemerintah RI, kami selalu berkomitmen untuk memenuhi kewajiban keuangan secara tepat waktu sesuai kontrak karya dan ketentuan lain yang berlaku," ujarnya melalui siaran pers kemarin.
Menurut dia, setoran Rp3,9 triliun itu terdiri dari Pajak Penghasilan Badan (PPh 25) sebesar Rp3,3 triliun, disusul royalti sebesar Rp239 miliar, dan pajak penghasilan perorangan (PPh21) sebesar Rp186 miliar sebagai komponen terbesar ketiga.
(Bisnis Indonesia)
|
|