|
|
Desrizal
adalah alumni Teknik Pertambangan Unsri, angk. 2000. Selain hobi komputer
juga sebagai engineer tambang bawah tanah di PTFI
More about me... |
|
GuestBook |
| Isi bukutamu di sini
By : boenz10:28 01 Sep 2010 oK By : abet daniel12:00 31 Aug 2010 Terima Kasih untuk artikel2nya. Penting bagi saya karena saya lg memasarkan tambang marmer, granit dan mangan. By : coco arjuna 02:56 31 Aug 2010 main ke blog saya juga pak
sebagai sesama mining blogger
smallchancetobehero.co.cc By : nono13:35 27 Aug 2010 bos,..ijin dwnload papers ny,.thx By : Desrizal 20:52 26 Aug 2010 walaikum salam wr wb..kabar baik..masih di OB2 lt5 By : Jimi TP0512:19 25 Aug 2010 Aslikum...
Pa kabar kak des????
Masih di lti 5 OB2 kah????
Cepet naek jabatan ya......... By : Andre11:52 23 Aug 2010 Bos numpang download papersnya. thanks By : wakidi14:41 18 Aug 2010 Boss, bisa tolong email tutorial Surpac ... Nuwun By : Desrizal 14:17 17 Aug 2010 PP No 24 2010, tambang bawah tanah di hutan lindung tidak boleh mengakibatkan : 1. turunnya permukaan tanah;
2. berubahnya fungsi pokok kawasan hutan secara
permanen
3.terjadinya kerusakan akuiver air tanah. By : Rudy Noviady12:35 17 Aug 2010 Apakah ada perbedaan antara Penambangan bawah tanah pada hutan lindung dengan bukan hutan lindung ? Bgmn konkretnya mengamankan hutan lindung pd tambang bwh tanah ?
|
|
Kategori :
Life |
Komputer |
Pertambangan |
Safety |
Jepang |
Semua
Instalasi Sistem Double-Drum Hoist Produksi Shaft Big
18:45 03 Jul 2009 @tambang Divisi Tambang Bawah Tanah (Underground) PT Freeport Indonesia
(PTFI) baru-baru ini menyelesaikan Shaft produksi Big Gossan, juga dry
commissioning sistem double-drum hoist atau pengendalian skip (bak baja
penampung bijih) untuk pemindahan bijih dari dasar shaft (level crusher) ke
level conveyor (sistem ban berjalan). Kapasitas sistem hoist tersebut
diperkirakan mencapai 7.000 ton per hari dengan menggunakan 2 skip
berkapasitas 14 ton per skip. Selain tali utama setiap skip menggunakan
empat guide ropes (tali pemandu) untuk memastikan keselamatan dan
stabilitas.
|

Sheave wheel di collar
(bagian atas) shaft Big Gossan. |
"Sistem double-drum hoist digunakan untuk memindahkan bijih melalui
shaft dengan kedalaman 642 meter ini. Diameter tali utama pada setiap skip
adalah 44,5mm dan dapat memikul beban 30.940kg. Diamater tali pemandu adalah
31,8mm dan dapat tahan beban minimum 5.780kg," demikian penjelasan oleh
Superintendent - Big Gossan Contract Engineering PTFI Eric Smith.

Salah satu skip yang akan
digunakan
untuk memindahkan bijih melalui shaft
Big Gossan. |
Tambang Big Gossan adalah tambang bawah tanah yang unik di lingkungan
tambang PTFI karena metode penambangan yang digunakan adalah stope terbuka
dengan pengisian kembali menggunakan bahan berperekat atau semen. Stope
adalah suatu hasil ekskavasi bawah tanah yang dibuat dengan memindahkan
bijih dari batuan sekelilingnya. Segera setelah stope ditambang, akan diisi
kembali untuk menghilangkan rongga akibat pengambilan bijih. Hal ini untuk
meyakinkan bahwa operasi pekerjaan aman dan stabil dan juga memungkinkan
ekstraksi keseluruhan badan bijih. Tenaga pelaksana lapangan dikerjakan oleh
kontraktor PT Redpath Indonesia.

Shaft Big Gossan saat
konstruksi, |
Cadangan Tambang Big Gossan diperkirakan mencapai 55 juta ton. Umur tambang
Big Gossan adalah sekitar 20 tahun, dan diperkirakan akan mencapai produksi
tertinggi 7.000 ton per hari pada akhir tahun 2012 dengan tenaga kerja
sekitar 600 orang pada tahap produksi penuh. Tambang Big Gossan diharapkan
menghasilkan logam tambahan sebesar kurang lebih 125 juta pon tembaga dan
65.000 ons emas setiap tahun.
Sumber :
Corporate_Communications@fmi.com
|