|
|
Desrizal
adalah alumni Teknik Pertambangan Unsri, angk. 2000. Selain hobi komputer
juga sebagai engineer tambang bawah tanah di PTFI
More about me... |
|
GuestBook |
| Isi bukutamu di sini
By : muhamad wakidi 01:14 09 Sep 2010 buat.kak .sandra .buat .kak .dew3i ............. By : muhamad maulana21:37 06 Sep 2010 tolong kirim rumus perhitungan target produktivitas crusher dan produktivitas aktualnya By : boenz10:28 01 Sep 2010 oK By : abet daniel12:00 31 Aug 2010 Terima Kasih untuk artikel2nya. Penting bagi saya karena saya lg memasarkan tambang marmer, granit dan mangan. By : coco arjuna 02:56 31 Aug 2010 main ke blog saya juga pak
sebagai sesama mining blogger
smallchancetobehero.co.cc By : nono13:35 27 Aug 2010 bos,..ijin dwnload papers ny,.thx By : Desrizal 20:52 26 Aug 2010 walaikum salam wr wb..kabar baik..masih di OB2 lt5 By : Jimi TP0512:19 25 Aug 2010 Aslikum...
Pa kabar kak des????
Masih di lti 5 OB2 kah????
Cepet naek jabatan ya......... By : Andre11:52 23 Aug 2010 Bos numpang download papersnya. thanks By : wakidi14:41 18 Aug 2010 Boss, bisa tolong email tutorial Surpac ... Nuwun
|
|
Kategori :
Life |
Komputer |
Pertambangan |
Safety |
Jepang |
Semua
Keanekaragaman Budaya Masyarakat PTFI
17:42 18 Mar 2008 @life Para karyawan PTFI berasal dari puluhan negara di seluruh dunia dan ratusan pulau di Indonesia. Karenanya, PTFI memiliki karyawan yang terdiri dari berbagai bangsa, ras, bahasa, dan adat istiadat. Dua persen dari total karyawan PTFI adalah ekspatriat, yang berasal dari Australia, Kanada, Amerika Serikat, Filipina, dan berbagai negara lain. Persentase karyawan Indonesia adalah 98% dari total karyawan PTFI, yang 26%-nya adalah orang asli Papua. Orang-orang Indonesia non-Papua berasal dari pulau-pulau seperti Jawa, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, dan lain-lain, sementara orang-orang Papua berasal dari tempat seperti Biak, Jayapura, Sorong, Serui, Merauke, dan tempat-tempat lainnya di provinsi Papua. Istilah "7 suku" yang sering terdengar di lingkungan PTFI menunjuk pada komunitas masyarakat dari tujuh suku Papua yang tinggal di dan di sekitar area Kontrak Karya PTFI. Ketujuh suku tersebut adalah Amungme, Moni, Ekari, Dani, Nduga, Damal, dan Kamoro.
Ketika diperhadapkan dengan lingkungan kerja yang unik seperti ini, orang yang baru di PTFI akan cenderung mencoba membuat gambaran mengenai kebudayaan-kebudayaan yang saling berbeda satu dengan yang lainnya. Lebih jauh lagi, orang tersebut akan menganggap bahwa budaya asalnya merupakan "pola budaya yang benar" yang menjadi tolok ukur pembanding budaya lain. Namun jika seseorang berusaha untuk mendefinisikan suatu kebudayaan (lebih-lebih jika dilakukan oleh orang "luar" yang berusaha melihat ke "dalam"), maka hasilnya hanya akan parsial, dan alih-alih mendapatkan gambaran utuh mengenai suatu kebudayaan, dirinya justru akan terjebak pada stereotipe dan persepsi yang salah tentang sekelompok orang. Ahli bahasa, misalnya, akan berpegang teguh bahwa ‘bahasa’ merupakan kebudayaan, sementara penulis akan menganggap bahwa ‘kesusasteraan’ merupakan kebudayaan, dan juru masak akan menganggap bahwa ‘makanan’ adalah kebudayaan - pendeknya, kebudayaan cenderung didefinisikan secara beragam, dan orang di dalam kebudayaan tersebut biasanya tidak mencari-cari definisi dari budayanya sendiri, tetapi lebih terfokus pada apa yang ‘bukan’ merupakan bagian dari budayanya. Kebudayaan merupakan abstraksi yang ada di sekeliling kita, yang amat sulit dilokalisasikan maupun diukur; yang lebih "dijalani" daripada "dilihat" yang lebih dapat dirasakan daripada dijabarkan.
Karena lokasi PTFI adalah di Indonesia dan sebagian besar karyawannya adalah orang Indonesia, budaya Indonesia, yang merupakan budaya kolektif dengan berbagai kontribusi dan norma budaya, menjadi budaya yang cukup dominan di PTFI. Namun demikian, anda tidak bisa begitu saja menyimpulkan bahwa budaya PTFI sinonim dengan budaya Indonesia, karena budaya PTFI merupakan paduan dari berbagai macam budaya, yang terdiri dari berbagai kelompok etnis dari berbagai negara, pulau, dan provinsi, yang membentuk komunitas tunggal dengan bentukan budayanya sendiri, yang terejawantahkan dalam perilaku dan nilai-nilainya sendiri.
PTFI bangga menjadi salah satu tempat kerja yang budaya asal masing-masing karyawannya paling beragam di dunia. Lingkungan kerja PTFI telah terbukti mampu memadukan kehidupan sosial dan profesional dari begitu banyak orang yang saling berbeda latar-belakangnya untuk menyatu dan meraih satu tujuan bersama.
|